Senin, 16 Maret 2020

Ibu Kota Baru, Ada Danau Pancasila dan Plaza Bhineka Tunggal Ika


Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi memilih desain ibu kota baru milik Sibarani Sofian dengan tim Nagara Rimba Nusa menjadi juara pertama sayembara desain ibu kota baru. Tim Nagara Rimba menyisihkan 291 desain lain yang juga mengikuti sayembara tersebut.

Dikutip dari video pemenang lomba desain ibu kota baru yang digelar oleh Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Selasa (24/12/2019), lokasi ibu kota baru ada di angara Kota Samarinda dan Balikpapan.


Selasa, 10 Maret 2020

Jokowi Sebut Masyarakat Bisa Beli Lahan di Ibu Kota Baru, Harganya?


Ibu kota baru Indonesia di Provinsi Kalimantan Timur, bukan hanya untuk gedung kementerian serta lembaga saja. Pemerintah juga menyiapkan lahan untuk permukiman masyarakat umum. Presiden Joko Widodo mengatakan, lahan yang disediakan untuk dijual ke masyarakat umum seluas 30.000 hektare dari total lahan yang dipatok untuk ibu kota, yakni 180.000 hektare. Presiden sekaligus memastikan, harga jual lahan akan dibuat terjangkau.

"Misalnya kita jual Rp 2 juta per meter saja harganya, kita sudah bisa dapat Rp 600 triliun," ujar Jokowi saat berbincang dengan sejumlah pemimpin redaksi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/9/2019). Baca juga: Pembahasan Pemindahan Ibu Kota di DPR Diprediksi Alot Angka tersebut, lanjut Jokowi, tentu sudah dapat menutupi kebutuhan anggaran pembangunan ibu kota baru sebesar Rp 466 triliun. Bahkan, apabila rencana ini terlaksana, sumber pembiayaan melalui APBN boleh jadi tidak diperlukan lagi.

Rencana Jokowi Jual Lahan di Ibu Kota Negara, Pemerintah Disebut Seperti "Broker"


Foto arial proyek Tol Balikpapan-Samarinda yang melintasi wilayah Samboja di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). Gardu tol di Samboja akan menjadi salah satu akses masuk Ibu kota baru dari arah Samarinda dan Balikpapan. Lihat Foto Foto arial proyek Tol Balikpapan-Samarinda yang melintasi wilayah Samboja di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019).

Gardu tol di Samboja akan menjadi salah satu ases masuk Ibu kota baru dari arah Samarinda dan Balikpapan.(ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY) Penulis Kontributor Samarinda, Zakarias Demon Daton | Editor Khairina SAMARINDA, KOMPAS.com - Rencana pemerintah menjual lahan di sekitar ibu kota negara seluas 30.000 hektar untuk swasta mengundang beragam tanggapan. Sebagian pihak mendukung rencana ini, termasuk Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Masud.

4 Negara Ini Lirik Investasi ke Ibu Kota Baru Indonesia


Gubernur Kaltim Isran Noor berharap rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dapat meningkatkan target investasi di wilayah Bumi Mulawarman--sebutan lain Kaltim. 



Hal itu disampaikan Isran ketika menerima kunjungan rombongan dari anggota Komisi X DPR RI dalam masa reses persidangan pertama 2020 di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Jumat (28/2).
Saat ini sudah banyak dari investor asing ke Kaltim untuk menyatakan minatnya berinvestasi di wilayah rencana ibu kota negara seperti Jepang, Tiongkok, Korea dan Arab Saudi, tapi itu kan keputusannya ada di presiden,” katanya.

Jumat, 28 Februari 2020

Bappenas: Investor Ibu Kota Baru Cukup Hubungi Badan Otorita


Jakarta - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)/Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Manoarfa mengatakan pemerintah membuka lebar pintu bagi investor untuk masuk dan membangun di ibu kota baru.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

"Kami akan membuat klaster-klaster dan ditawarkan ke investor. Mereka akan memperhitungkan dari sisi kemapanan investasi itu apakah menarik, apakah memenuhi IRR (Internal Rate of Return) yang mereka harapkan. Kami terbuka," kata Suharso di kantor presiden Jakarta, Rabu, 26 Februari 2020.